Bagaimana Keadaan
Mayat di Alam Kubur?
Poto :Net
Di dalam hadis panjang
al-Bara’ bin ‘Azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam
al-Hakim dan Syeikh al-Albani, diceritakan perihal perjalanan sakaratul maut
seorang manusia dan keadaan setelah berada di alam barzah atau alam kubur.
Ketika
seorang manusia beriman (mukmin) diambang sakaratul maot, maka turunlah dari
langit para malaikat yang bermuka cerah secerah sinar matahari. Mereka membawa
kain kafan dan wewangian dari surga, lalu duduk disekeliling si Mukmin (yang sedang menghadapi
sakaratul maot tersebut). Maka kemudian turunlah malaikat pencabut nyawa dan mengambil posisi
di arah kepala si mukmin tersebut
seraya berkata:”Wahai nyawa (ruh) yang mulia keluarlah engkau untuk menjemput
ampunan Allah dan keridloanNya.” Maka ruh si
Mukm itu dengan mudahnya keluar dari tubuhnya seperti lancarnya air yang
mengalir dari mulut kendi. Lalu ruh itu dibawa oleh malaikat pencabut nyawa dan
dalam sekejap mata diserahkan kepada para malaikat yang berwajah cerah tadi
lalu dibungkus dengan kaen kafan surga dan diberi wewangian. Hingga terciumlah
bau harum seharum farfum yang paling harum di muka bumi.
Lalu
ruh (yang telah dikafani oleh kain kafan surga itu) diangkat ke langit. Setiap
melewati sekelompok malaikat yang berada di langit mereka bertanya :”Ruh
siapakah yang amat mulia itu?”Lalu dijawab oleh para malaikat yang mengawal ruh
tersebut dengan menyebutkan namanya yang terbaik ketika di dunia,”Ini adalah
ruh Fulan bin Fulan.”
Sesampainya
di langit dunia, mereka meminta izin untuk memasukinya, lalu diijinkan. Maka
seluruh malaikat yang di langit itu ikut mengantarkannya menuju langit
berikutnya. Hingga sampailah mereka di langit ketujuh. Disanalah Allah SWT
berfirman yang artinya:”Tulislah nama hambaKu ini di dalam kitab ‘Iliyyin. Lalu
kembalikanlah (jasadnya) ke bumi, karena darinyalah Aku ciptakan mereka
(manusia), dan kepadanyalah Aku kembalikan, serta darinyalah mereka akan
Ku-bangkitkan.” Demikian firmanNya.
Lalu
jasad si Mukmin itu dikembalikan ke
dunia (dikuburkan)dan memasuki alam barzah. Lantas datanglah dua malaikat yang
memerintahkannya untuk duduk. Malaikat itu bertanya:”Siapakah Rabbmu?” Maka
dijawab;”Rabbku adalah Allah.” Dua malaikat itu kembali bertanya;”Apa agamamu?”
Lalu dijawab:”Agamaku Islam.” Kedua malaikat itu bertanya lagi:”Siapakah
Rasulmu?” Maka dijawab:”Beliau adalah Muhammad Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi
wasallam.” Malaikat itu bertanya lagi:”Dari mana engkau tahu (jawaban-jawaban)
itu?” Dijawab:”Aku membaca Al Quran lalu aku meng-imaninya dan mempercayainya.”
Tiba-tiba
terdengarlah suara dari ‘arasy yang menyeru,”(Jawaban) hambaKu benar!Maka
hamparkanlah surga (nikmat kubur) baginya. Berilah dia pakaian darinya,lalu
bukakanlah pintu kearahnya.”
Maka
menghembuslah angin segar dan harumnya surga(memasuki alam barzah atau alam
kubur),lalu kuburnya diluaskan sepanjang mata memandang. Saat itu datanglah
seorang (pemuda asing) yang amat tampan rupawan mengenakan pakaian yang sangat
bagus dan berbau harum sekali, seraya pemuda itu berkata:”Bergembiralah,inilah
hari yang dijanjikan dulu bagimu.” Mukmin tadi bertanya:”Siapakah
engkau?Sungguh wajahmu menyiratkan kebaikan.” Dijawab oleh si pemuda:”Aku
adalah amal solehmu (ketika di dunia).” Si
mukmin berkata:”Wahai
Rabbku,segerakanlah datangnya hari kiamat,karena aku ingin bertemu dengan
keluarga dan hartaku.”
Itulah
saudaraku, keadaan orang mukmin ketika berada di alam kubur. Lantas,
bagaimanakah keadaan orang yang tidak beriman (yang berpaling dari ajaran Al Quran
dan hadis), orang yang punya tandingan kepercayaan selain Allah (yaitu orang
yang taklid percaya kepada dukun atau kepada dukun yang berkedok kiai), orang
yang cenderung kecintaannya kepada duniawi yang serba gemerlap dan mewah, orang yang biasa dalam maksiat, orang
yang berani meninggalkan solat. Nah,bagaimana
nasib orang tersebut, keadaannya nanti
ketika berada di alam kubur? Nantikan pembahasannya pada edisi depan.Insya
Allah!(LG)***
Komentar
Posting Komentar