Mengambil Ibroh Dari Perjalanan Spiritual Nabi SAW Oleh : Lili Guntur*) Di dalam tareh Islam dikisahkan, pada suatu malam di bulan Ramadhan, malam itu adalah malam kemuliaan (lailatur qadar) dan malam yang penuh berkah (lailatul mubarokah), karena di malam itulah permulaan turunnya Al Quran sebagai petunjuk dan cahaya yang terang (nur) untuk menyinari seluruh alam. Di suatu gua di bukit Hira, tidak jauh dari kota Mekah,Nabi Muhammad SAW sedang berkholwat disitu seorang diri untuk beribadah,memuja dan memuji Tuhan,memohon dan menggantungkan harapan kepadaNya. Nabi amat merasakan, betapa kerusakan kaumnya dan bangsa-bangsa pada umumnya, sehingga menimbulkan tekad yang besar untuk melakukan pembaharuan dan perbaikan, baik mengenai kepercayaan, peribadatan maupun hubungan pergaulan hidup. Tetapi...